Updates from KBLI’s Public Expose (2)

Melanjutkan post sebelumnya mengenai acara public expose PT. KMI Wire and Cable Tbk, dalam post ini saya akan menjabarkan mengenai sesi 2 pada acara tersebut yaitu acara tanya jawab.

Pada sesi tanya jawab ini, saya merasa sangat senang karena banyak informasi yang didapat dari sesi ini. Terlihat dari cara pembawaan dari para direksi yang dengan terbuka menjawab dan mengizinkan banyak pertanyaan dari para tamu dari kalangan analis, media dan investor perseorangan. Itikad baik para direksi merupakan nilai tambah yang dapat saya gunakan untuk lebih yakin dalam berinvestasi di PT. KMI wire and cable, Tbk.

Ada beberapa pertanyaan yang sudah saya siapkan dari rumah dan saya print out agar dapat saya bawa pada acara public expose. Maklum, ini merupakan pengalaman pertama saya untuk ingin bertanya pada acara public expose emiten, jadi saya agak grogi.haha. Pertanyaan yang saya siapkan mencakup tentang kabel ACCC, kabel HVUGC, keadaan finansial tahun 2016 dan kuartal 1 2017, mengenai efek perusahaan terhadap perubahan bahan baku dan juga mengenai kontrak yang diperoleh dari PLN.

Dalam sesi tanya jawab, para tamu diberikan secarik kertas khusus yang disediakan oleh perusahaan untuk dipakai oleh para tamu yang ingin mengajukan pertanyaan kepada direksi. Ternyata pada kertas tersebut, para tamu hanya disediakan 2 nomor untuk menuliskan pertanyaan. Sehingga saya harus menyaring pertanyaan yang sudah saya siapkan sebelumnya. Pertanyaan yang saya pilih adalah mengenai produk kabel rekonduktoring, yaitu ACCC. Pertanyaan ini saya pilih karena ingin mengkonfirmasi pembahasan yang saya bahas pada artikel pertama di blog ini dan juga ingin mengetahui lebih dalam mengenai andil produk tersebut kepada perusahaan.

Pertanyaan saya ajukan adalah sebagai berikut:

badbsdbsd
Gambar 1. Pertanyaan Penulis

Dalam pertanyaan diatas ada 4 point, namun saya paksakan agar muat pada kertas tersebut, sehingga poin i dan ii ada dipertanyaan nomor 1 dan poin iii dan iv saya tuliskan untuk pertanyaan nomor 2. 😉

Setelah semua kertas pertanyaan sudah diterima oleh mediator acara, para nama hadirin yang mengajukan pertanyaan dipanggil secara satu-persatu kedepan oleh mediator untuk mengajukan pertanyaan langsung melalui microphone. Sebagian besar pertanyaan para tamu sangat berbobot sehingga informasi yang didapatkan cukup berharga bagi para pendengar yang hadir. Berikut saya screenshot transcript dari hasil public expose oleh direksi untuk pertanyaan dalam acara tersebut.

aaabbb

Dari pertanyaan nomor 1, perusahaan mengkonfirmasi bahwa mereka adalah satu-satunya perusahan Indonesia yang mempunyai paten dari CTC Cable Corp. untuk memproduksi kabel bare konduktor yang digunakan pada jaringan transmisi di SUTET dan SUTT. Paten tersebut menunjukan bahwa perusahaan mempunyai competitive advantage dibanding para kompetitor kabel nasional lainnya dalam menyediakan produk kabel transmisi yang diakui secara global karena memiliki spesifikasi dan kualitas lebih tinggi dibanding kabel konduktor konvensional.

Kabel ACCC juga memiliki karakteristik High Capacity Low Sag (informasi mengenai ini dapat dibaca lebih lanjut di sini) dan juga memiliki kemampuan untuk menyalurkan tegangan maksimal hingga 500 kV. Seperti yang kita ketahui bahwa tegangan tertinggi yang ada di sistem transmisi di Indonesia sampai saat ini sebesar 500 kV. Kabel dengan tegangan ini digunakan untuk menyalurkan tegangan dari pembangkit listrik ke gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) melalui jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Dengan kemampuan produk ACCC ini dan monopoly yang dimiliki dari paten tersebut, perusahaan memiliki peluang untuk menyediakan kabel transmisi untuk para customer yang membutuhkan kabel berkualitas tinggi.

Dalam post saya yang pertama mengenai prospek perusahaan, saya beranggapan bahwa produk ini termasuk dalam kategori produk lain-lain karena karakteristik HCLS. Namun pada pertanyaan saya nomor 2, hal ini dibantah dan dikonfirmasi lebih lanjut oleh direksi bahwa produk ACCC termasuk didalam kategori “kabel tegangan rendah”. Sehingga jika dilihat pada laporan keuangan, produk kabel tegangan rendah merupakan sumber pendapatan tertinggi perusahaan.

Mengenai konfirmasi harga yang sebelumnya saya asumsikan sebesar Rp 1.800.000/meter untuk kabel ACCC ini, saya agak sedikit kecewa karena informasi  yang diutarakan tersebut kurang straight to the point. Direksi hanya dapat memberikan informasi bahwa harga kabel ACCC adalah 4 kali harga kabel konduktor konvensional. Kedepannya, saya ingin terus mencoba untuk menghubungi perusahaan bila diberi kesempatan lagi.

Berikutnya saya ingin menjabarkan beberapa pertanyaan dan jawaban yang cukup informatif dan berharga bagi para investor untuk memahami perusahaan lebih dalam.

bgbgb
Gambar 3. Pertanyaan Bapak Kukuh Adi

Pertanyaan diatas diajukan oleh Bapak Kukuh Adi, salah satu partner in crime saya dalam mencecar direksi dan menggali fundamental perusahaan, dan juga orang yang pertama kali menyadarkan saya mengenai prospek perusahaan dari dokumen RUPTL yang beliau sharing dalam komunitas Saham Indonesia.

Pada pertanyaan diatas, informasi berharga yang dapat kita ambil adalah bahwa pada tahun 2016 lalu perusahaan masih mengimpor kabel HVUGC. Karena perusahaan hanya bertindak sebagai trader, gross margin yang didapat oleh perusahaan sangat kecil dibandingkan yang didapatkan perusahaan pada kuartal 1 2017. Gross margin untuk produk kabel tegangan tinggi pada 2016 hanya berkisar antara 5.6%-6%, sedangkan pada kuartal 1 2017 gross margin melonjak tajam mencapai 52%. Hal ini disebabkan pada kuartal 1 2017 perusahaan sudah mulai menjual kabel HVUGC yang diproduksinya sendiri. Mayoritas penjualan HVUGC pada kuartal 1 2017 tersebut merupakan penjualan kepada customer luar negeri di Myanmar.

Informasi lebih lanjut mengenai apakah gross margin yang tinggi ini dapat didapatkan oleh perusahaan pada periode selanjutnya juga dijelaskan oleh Direksi. Informasi ini tidak dicantumkan pada transkrip diatas. Direksi menyatakan bahwa nilai tersebut dapat menurun, karena perusahaan tidak hanya menjual produk saja, namun juga sekaligus menyediakan jasa instalasi kabel tegangan tinggi bawah tanah tersebut kepada para customer. Sehingga, direksi memproyeksikan gross margin dapat turun menjadi sekitar 30%-40% untuk produk kabel tegangan tinggi  ini.

gggtttt
Gambar 4. Pertanyaan Pak Manoj

Pertanyaan diatas diajukan oleh Pak Manoj, kawan saya juga dalam komunitas Saham Indonesia yang turut ambil bagian dalam menodong pertanyaan kepada direksi. Pertanyaan diatas diajukan atas rasa penasaran mengenai paket 5 proyek PLN yang dicantumkan perusahaan dalam annual report 2016. Para direksi mengkonfirmasi bahwa proyeksi pendapatan akhir tahun nanti sudah menyertakan nilai dari proyek tersebut. Sehingga pendapatan dari kabel tegangan tinggi melonjak dari sebelumya Rp 69 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp 234 miliar pada tahun 2017 ini.

tttr
Gambar 5. Pertanyaan Pak Edo

Pertanyaan dari Pak Manoj dapat dihubungkan dengan pertanyaan diatas dari Pak Eldo, wartawan Kontan. Nilai proyek untuk HVUGC yang sudah didapatkan perusahaan adalah sebesar Rp 500 miliar. Namun, pada nilai proyeksi di materi public expose, pada tahun ini perusahaan konservatif dengan memproyeksikan setengah dari nilai tersebut yang akan masuk ke dalam buku pendapatan. Jika menggunakan asumsi gross margin sebesar 30%-40%, maka dapat kita hitung dari proyeksi konservatif pendapatan sebesar Rp 234 miliar, perusahaan akan memperoleh gross profit sebesar Rp 70 s/d 93 miliar dari nilai tersebut.

Lalu, kita dapat menghitung perkiraan laba bersih dari total nilai kontrak dari PLN yang sudah didapatkan oleh perusahaan sampai dengan acara public expose diadakan. Total nilai kontrak yang sudah didapat PLN adalah sebesar Rp 1.8 triliun. Target net profit margin yang diproyeksikan perusahaan adalah sebesar 10%, sehingga perkiraan laba bersih dari kontrak ini adalah sekitar Rp 180 miliar.

Menurut informasi tambahan yang kami dapatkan dari obrolan santai dengan direksi setelah acara paparan publik selesai, perusahaan berusaha untuk dapat menyelesaikan semua target kontrak tersebut sebelum tanggal tutup buku pada 25 Desember 2017 nanti. Saya berharap kepada perusahaan agar dapat menyelesaikan produksi dan mengirimkan produk kepada PLN agar seluruh nilai dari kontrak yang sudah didapatkan tersebut bisa dicatatkan pada laporan keuangan tahun ini.

Nilai kontrak dari PLN masih dapat bertambah tergantung kelancaran proses pelelangan dari PLN. Sehingga saya juga berharap agar perusahaan dapat lebih rajin untuk turut andil dalam pelelangan-pelelangan yang diadakan PLN dalam periode berjalan ini agar kontribusi pendapatan dari PLN dapat bertumbuh lebih tinggi hingga akhir tahun.

bbbbb
Gambar 6. Pertanyaan Pak Billy

Dari pertanyaan Pak Billy, analyst dari Trimegah sekuritas, dapat kita ambil informasi mengenai panjang kabel yang akan dijual kepada pelanggan utamanya yaitu PLN dan mengenai efek perubahan bahan baku kepada penjualan

Pada tahun 2018, perusahaan sudah mengamankan kontrak PLN untuk kabel tegangan rendah dan menengah sepanjang 7300 km dan untuk kabel tegangan tinggi sepanjang 70 km. Untuk kontrak yang didapatkan pada tahun 2017, proses produksi kabel HVUGC untuk pesanan kepada PLN sudah berjalan sekitar 40 % dan proses pengiriman untuk produk HCLS (ACCC) kepada PLN sudah berjalan semenjak kuartal 1 2017.

Mengenai efek perubahan harga bahan baku, pada penjualan untuk pelanggan swasta, fluktuasi harga bahan baku dapat dibebankan dengan merubah harga langsung kepada pelanggan. Namun untuk pelanggan pemerintah seperti PLN, harga penjualan sudah tetap sesuai kontrak. Harga masih dapat berubah apabila fluktuasi harga bahan baku cukup tinggi. Peraturan transaksi kepada pelanggan pemerintah ini tercantum pada Permenperin no. 15 tahun 2016 mengenai standar spesifikasi dan standar harga tower transmisi dan konduktor produk dalam negeri dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

555
Gambar 7. Pasal 5 Permenperin no.15/2016

Dari pasal 5 yang tercantum pada Permenperin no.15/2016, harga pembelian oleh PLN dapat ditinjau kembali apabila terjadi perubahan harga nilai tukar rupiah atau harga bahan baku yang menyebabkan perubahan standar harga lebih dari 5%.

ddd
Gambar 8. Pertanyaan Pak Ahmad

Pertanyaan yang berguna bagi para investor yang membutuhkan penjelasan mengenai prospek dan usaha perusahaan dalam menanggapi pertumbuhan permintaan kabel diajukan oleh Pak Ahmad. Beliau juga merupakan partner in crime kami (Pak Kukuh dan Pak Manoj) dalam menganalisa fundamental perusahaan.

Dari jawaban direksi pada paparan publik, perusahaan menanggapi demand proyek kelistrikan 35.000 megawatt dengan sangat baik. Proyek yang sekarang sedang difokuskan oleh perusahaan adalah proyek induk yaitu jaringan backbone/transmisi. Dilihat dari utility rate lini produksi kabel listrik aluminium perusahaan yang mencapai 98%, perusahaan mengkonfirmasi bahwa kontrak yang diberikan PLN dapat diserap dengan baik

Kemudian, perusahaan juga tidak tinggal diam dalam menanggapi pertumbuhan permintaan kabel transmisi karena tingkat utility rate sudah hampir mencapai titik maksimum. Perusahaan mengkonfirmasi berita yang saya cantumkan pada akhir post pertama mengenai rencana expansi. Perusahaan sudah menyewa gedung pabrik baru untuk memproduksi kabel bare konduktor ACSR di kawasan MM2100, Bekasi. 4 pasang mesin utama untuk memproduksi kabel tersebut akan selesai didatangkan pada akhir bulan Juli dan direncanakan agar siap produksi pada bulan oktober 2017 ini. Pabrik ini akan menambah kapasitas produksi kabel listrik aluminium perusahaan sebesar 15.000 ton/tahun.

hhhhhh
Gambar 9. Pertanyaan Bu Hanie

Pertanyaan diatas sangat cocok sebagai penutup penjelasan mengenai hasil publik expose PT. KMI Wire and Cable Tbk. Bu Hanie, yang juga merupakan kawan kami dalam komunitas Saham Indonesia, mengajukan pertanyaan menantang kepada perusahaan mengenai kelanjutan prospek bisnis perusahaan apabila proyek besar yang didapat dari PLN berakhir.

Pertanyaan ini dijawab oleh wakil direktur perusahaan, Pak Ng Haker Larson yang menjelaskan bahwa proyek PLN yang sekarang berjalan sedang berfokus pada jaringan backbone atau transmisi. Dan ketika proyek tersebut berakhir, masih ada permintaan besar untuk sistem jaringan distribusi dalam menghubungkan aliran listrik dari gardu kepada para masyarakat yang masih belum teraliri listrik.

Mengambil contoh pada perkotaan dan pedesaan di pulau Papua yang dulunya banyak daerah yang sangat terasingkan, sekarang sudah dapat diakses karena perkembangan jalan trans papua yang dibangun oleh pemerintahan sekarang. Akses jalan ini sangat bermanfaat bagi pertumbuhan penduduk didaerah tersebut karena perekonomian juga akan tumbuh di setiap daerah yang sudah terbuka. Sehingga permintaan akan kebutuhan energi listrik sebagai faktor penunjang perkenomian daerah akan meningkat tinggi.

bvbvb
Gambar 10. Rekap Sebaran Lokasi Pedesaan Belum Berlistrik

Pernyataan Pak Larson dapat kita konfirmasi dari data pada dokumen RUPTL 2017-2026 di bagian mengenai rekap sebaran lokasi pedesaan yang belum berlistrik. Daerah Papua dan Papua Barat memiliki total 2373 pedesaan yang masih belum berlistrik. Sehingga diharapkan jaringan distribusi yang nantinya akan difokuskan pemerintah setelah jaringan backbone atau transmisi selesai dibangun, akan sangat bermanfaat untuk mengaliri listrik ke daerah pedesaan di Papua tersebut.

Seluruh pembangunan yang dicanangkan pemerintah untuk jaringan transmisi dan distribusi listrik direncanakan agar pasokan listrik di Indonesia menjadi aman dan terhindar dari kendala pemadaman listrik bergilir. Jika sistem kelistrikan Indonesia tidak mendapat perhatian khusus, maka krisis listrik dapat terjadi dalam 3-4 tahun kedepan. Hal ini sangat kita tidak harapkan terjadi karena dapat membuat terhambatnya pertumbuhan ekonomi nasional dan menurunkan daya saing industri dengan negara sekitar.

Sekian rangkuman hasil dari sesi tanya jawab dalam acara paparan publik PT. KMI Wire and Cable Tbk. Semoga berguna sebagai masukan dalam berinvestasi pada perusahaan. Selanjutnya saya berencana untuk membuat post mengenai valuasi dari harga saham KBLI. Semoga mood menulis saya dapat muncul secepatnya agar post tersebut dapat cepat terealisasikan.haha 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s