Updates from KBLI’s Public Expose (1)

Pada tanggal 23 May 2017 kemarin, saya menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara public expose atau paparan public PT. KMI Wire and Cable, Tbk. Acara tersebut diadakan di hotel Grand Tropic Suites Hotel, Jakarta Barat pukul 14.00-15.30 WIB. Dalam acara tersebut saya tidak hanya hadir seorang diri, melainkan bersama teman-teman yang juga tertarik untuk mendengar paparan dari para direksi-direksi mengenai isi dan prospek bisnis perusahaan.

Kami semua berkenalan melalui komunitas Saham Indonesia, sebuah komunitas yang memfokuskan pada pembahasan mengenai fundamental perusahaan terbuka di Indonesia. Tak hanya topic mengenai saham semata yang didiskusikan, namun juga di komunitas tersebut kami saling belajar dan menyemangati agar jangan terlalu cepat merasa puas dengan diri dan selalu berpikir positif dalam menanggapi masalah yang muncul di pasar. Sehingga, pembahasan dalam komunitas tersebut tak hanya meningkatkan inteligensi untuk menganalisa fundamental sebuah perusahaan, namun juga meningkatkan emotional intelligence para member.

Oke, kembali pada topic post kali ini, saya ingin menceritakan apa yang dipaparkan oleh para direksi dan juga hasil dari sesi tanya jawab pada public expose kemarin.

Pada sesi pertama acara, para direksi memulai dengan mepresentasikan materi paparan public yang sudah didistribusikan beberapa hari sebelum acara dimulai. Pembaca dapat mengunduh dan membacanya di sini, dokumen public expose KBLI 2017.

ss
Gambar 1. Strategi Perusahaan di 2017

Diatas merupakan gambaran mengenai strategi yang akan dijalankan perusahaan pada tahun 2017.  Menurut saya, strategi diatas dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu strategi dalam meningkatkan pendapatan yang lebih tinggi dari pelanggan dan strategi dalam menurunkan beban sehingga produksi menjadi lebih efisien.

Strategi untuk meningkatkan pendapatan dari pelanggan diraih dengan cara menyediakan one stop service dari penyediaan hingga menanggapi keluhan, edukasi mengenai kelebihan memakai produk ACCC yang dapat menghantarkan arus 2 kali dari kabel konduktor biasa (ACSR) dan meningkatkan TKDN dalam produk kabel perusahaan agar lebih unggul dalam menanggapi syarat TKDN pemerintah.

Strategi dalam menurunkan beban-beban supaya produksi dapat menjadi lebih efisien direncanakan melalui beberapa cara. Pertama, dengan mencari supplier yang dapat menyediakan dan menawarkan harga bahan baku tembaga yang lebih kompetitif. Kedua, dengan meremajakan mesin-mesin lama agar meningkatkan efisiensi dan produktivitas dari bahan baku menjadi barang jadi. Terakhir, dengan mencari kreditor yang dapat menawarkan pendanaan yang tepat agar perusahaan tidak terbebankan oleh beban keuangan nantinya.

asda
Gambar 2. Kapasitas Produksi

Kapasitas produksi diatas merupakan kapasitas kemampuan maksimal perusahaan saat ini untuk mengolah bahan baku (copper dan aluminium cathode) menjadi kawat tembaga dan aluminium menjadi kabel listrik tembaga dan aluminium.

Perusahaan dapat memproduksi 15.000  MT/tahun kawat tembaga dan 15.000 MT/tahun kawat aluminium. Untuk barang jadi yaitu kabel listrik, perusahaan sudah mampu untuk memproduksi 50.000 MT/tahun, dimana 30.000 ton merupakan kabel listrik tembaga dan 20.000 ton merupakan kabel listrik aluminium. Masing-masing produk kabel listrik tembaga dan aluminium meningkat sebesar 4.000 ton dibandingkan dengan kapasitas tahun lalu.

gasd
Gambar 3. Target Penjualan 2017

Dari Gambar 3., perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp 3,272 triliun dan penjualan sebanyak 32.800 ton pada akhir tahun 2017. Pendapatan meningkat 16% dan penjualan kabel meningkat 13% dari hasil tahun 2016.

bbbb
Gambar 4. Target Penjualan 2017 Berdasarkan Pelanggan

Pada target nilai penjualan berdasarkan pelanggan, perusahaan memproyeksikan peningkatan yang cukup tinggi kepada PLN, yaitu bertumbuh sebanyak 30% dari penjualan tahun lalu dibandingkan pertumbuhan pada sektor swasta sebanyak 6% dari tahun lalu. Peningkatan penjualan kepada pihak PLN ini disebabkan oleh jalannya program 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah, sehingga permintaan dari PLN merupakan prioritas bagi perusahaan. Dan juga oleh karena metode baru pelelangan PLN dimana mereka melakukan pelelangan langsung kepada para pabrikan kabel.

cdcd
Gambar 5. Target Penjualan Berdasarkan Produk

Pada tahun 2017, perusahaan juga menjabarkan mengenai proyeksi pendapatan dari setiap kategori produk. Pada low voltage pendapatan meningkat menjadi Rp 2,372 triliun (+14.31% YoY), medium voltage sebesar Rp 595 miliar (+3.37 YoY), high voltage sebesar Rp 234 miliar (+239.13% YoY) dan produk lainnya sebesar Rp 71 miliar (-5.33% YoY). Porsi penjualan produk terbesar diproyeksikan akan masih dipegang oleh kabel low voltage, yaitu sebesar 72% dari total nilai penjualan.

labA
Gambar 6. Target Laba 2017

Pada tahun 2017 ini, perusahaan menargetkan untuk dapat meraih laba kotor sebesar Rp 623 miliar (gross margin 19.04%), laba usaha Rp 460 miliar (op. margin 14.06%) dan laba bersih sebesar Rp 355 miliar (10.85%). Dengan asumsi gross margin sebesar 19.04%, nilai yang sama dengan perolehan akhir tahun lalu, perusahaan berasumsi bahwa harga bahan baku akan tetap stabil. Kemudian pada op. margin yang juga sama seperti perolehan tahun lalu yaitu 14%, beban penjualan, umum dan administrasi akan meningkat selaras dengan pendapatan perusahaan. Pada bottom line, nominal laba bersih meningkat 10% dibanding dengan pendapatan tahun 2016, namun net margin menurun dibandingkan tahun 2016 sebesar 11.45%. Penurunan ini kemungkinan akan disebabkan oleh beban lain-lain yang meningkat karena rencana perusahaan untuk melakukan pendanaan external. Perusahaan berencana untuk menganggarkan capex sebesar Rp 112 miliar untuk mendukung penambahan pabrik dan mesin-mesin baru, dimana 80%nya berasal dari hutang bank sekitar dan 20% sisanya berasal dari kas internal.

asdasdasdas
Gambar 7. Rencana Usaha

Pada poin nomor 1 dan 2 pada Gambar 7. diatas, perusahaan sudah merencanakan untuk menyewa pabrik di kawasan industri MM2100. Pabrik ini akan memproduksi kabel listrik aluminium dengan total kapasitas produksi 15.000 MT/tahun. Produk kabel yang akan diproduksi pada pabrik ini adalah kabel bare conductor ACCC dan ACSR untuk memenuhi permintaan pada proyek jaringan SUTET/SUTT.

Untuk poin nomor 3, perusahaan menyiapkan kemampuan teknis dalam produk kabel tegangan tinggi bawah tanah (HVUGC 150 kV). Karena selain menyediakan material kabel kepada pelanggan, perusahaan juga akan menyediakan pelayanan untuk pemasangan jaringan kabel bawah tanah tersebut. Poin nomor 4 dan 5 menjabarkan rencana perusahaan agar dapat meningkatkan porsi penjualan kepada pelanggan luar negeri dan pelanggan swasta di Indonesia.

Sesi pertama public expose ini hanya membahas dan menjabarkan apa yang tertulis pada materi presentasi. Sesi tanya jawab dalam public expose ini akan saya lanjutkan dalam post yang berbeda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s